Analisis harga Hyperliquid (HYPE) Terbaru

Oleh CMC AI
02 January 2026 03:32PM (UTC+0)

Mengapa harga HYPE turun? (02/01/2026)

TLDR

Hyperliquid (HYPE) turun 2,46% menjadi $24,44 dalam 24 jam terakhir, sementara pasar kripto secara keseluruhan naik 1,72%. Faktor utama penyebabnya:

  1. Tekanan Penjualan dari Token yang Dibuka Bulanan – Sebanyak 1,2 juta HYPE dibuka kemarin (6 Januari), menambah risiko penjualan.

  2. Kelemahan Teknis – Harga tertahan di level resistensi $25,5 (SMA 7 hari), dengan RSI (38,6) menunjukkan momentum bearish.

  3. Persaingan Pasar – Pertumbuhan RWA Solana dan kekuatan teknis Chainlink mengalihkan perhatian dari HYPE.


Analisis Mendalam

1. Tekanan Penjualan dari Token yang Dibuka (Dampak Bearish)

Gambaran Umum:
Pada 6 Januari, Hyperliquid melakukan pembukaan token bulanan dengan melepas 1,2 juta HYPE (0,35% dari total pasokan) untuk tim dan pihak internal. Pembukaan token serupa di masa lalu biasanya diikuti oleh penurunan harga jangka pendek.

Arti dari ini:
- Peningkatan pasokan yang beredar dapat menyebabkan dilusi harga, terutama saat likuiditas pasar rendah.
- Pada pembukaan token sebelumnya (misalnya Desember 2025), HYPE turun hingga 5,49% setelah peristiwa tersebut (CoinMarketCap).

Yang perlu diperhatikan:
Apakah token yang dibuka langsung masuk ke bursa, yang bisa dipantau melalui dashboard on-chain Hyperliquid.


2. Analisis Teknis (Dampak Campuran)

Gambaran Umum:
HYPE turun di bawah SMA 7 hari pada level $25,5 dan kini menguji titik pivot penting di $24,71. RSI sebesar 38,6 menunjukkan momentum bearish, namun belum memasuki kondisi oversold.

Arti dari ini:
- Jika harga gagal bertahan di $24,71, ada risiko penurunan lebih lanjut menuju $22,27 (level terendah 2025).
- Histogram MACD berubah positif (+0,37), menandakan kemungkinan stabilisasi jika pembeli mampu mempertahankan level $24.

Level kunci yang harus diperhatikan:
Penutupan harian di atas $25,5 (SMA) akan membatalkan pola bearish saat ini.


3. Rotasi Pasar ke Koin RWA/Institusional (Dampak Bearish)

Gambaran Umum:
Ekosistem RWA Solana mencapai valuasi $873,3 juta (+10% MoM), menarik modal dari platform derivatif DeFi seperti Hyperliquid. Chainlink (LINK) juga mendapatkan perhatian karena “struktur teknis yang lebih bersih” menurut analis.

Arti dari ini:
- Investor lebih memilih aliran dana terkait ETF Solana ($765 juta) dan dominasi oracle Chainlink dibandingkan narasi DEX perpetual milik HYPE.
- “Bitcoin Season” di pasar kripto (Indeks Altcoin: 21/100) menurunkan minat risiko terhadap altcoin dengan kapitalisasi menengah.


Kesimpulan

Penurunan HYPE merupakan hasil kombinasi faktor tokenomics (pembukaan token), resistensi teknis, dan rotasi sektor menuju token RWA/blue-chip. Meskipun MACD menunjukkan potensi stabilisasi, pengembalian harga di atas $25,5 sangat penting untuk menghindari koreksi yang lebih dalam.

Yang perlu diwaspadai: Apakah open interest Hyperliquid sebesar $7,68 miliar dan volume perdagangan yang meningkat dapat menahan tekanan jual akibat pembukaan token dalam 48 jam ke depan?

Mengapa harga HYPE naik? (31/12/2025)

TLDR

Hyperliquid (HYPE) naik 1,26% dalam 24 jam terakhir, namun masih kalah performa dibandingkan pasar kripto secara umum yang turun 1,02%. Kenaikan ini sejalan dengan sinyal teknikal pemulihan dan faktor pendorong khusus di sektor ini.

  1. Momentum Sektor Perpetual DEX – Pertumbuhan volume perdagangan lebih dari $12 triliun pada 2025 menumbuhkan optimisme.

  2. Akumulasi Whale – Pembelian besar (misalnya, 108 ribu HYPE yang distake) menunjukkan kepercayaan pasar.

  3. Spekulasi ETF – Pengajuan ETF HYPE oleh Bitwise memperkuat narasi institusional.

Analisis Mendalam

1. Dorongan Sektor (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Volume perdagangan Perpetual DEX melonjak hingga $12,09 triliun pada 2025, dengan Hyperliquid menguasai sekitar $259 miliar volume bulanan pada kuartal ke-4 meskipun menghadapi persaingan dari Aster dan Lighter.

Maknanya: Meskipun pangsa pasar Hyperliquid sedikit menurun, pertumbuhan pesat sektor ini menguatkan posisi perpetual decentralized sebagai salah satu penggunaan utama kripto. Tren makro ini menarik modal ke protokol terkemuka seperti HYPE, yang masih mendominasi 65% dari total volume DEX perpetual sepanjang masa (CoinMarketCap).

Yang perlu diperhatikan: Perbandingan volume bulanan antara Hyperliquid dan pesaing seperti Lighter (yang kini mencapai $200 miliar per bulan).


2. Aktivitas Whale & Tokenomik (Dampak Campuran)

Gambaran Umum: Data on-chain menunjukkan adanya whale yang membeli 108.501 HYPE senilai $2,78 juta dan melakukan staking 10 ribu token pada 31 Desember. Namun, akan ada unlock 12,4 juta HYPE pada 6 Januari untuk kontributor inti.

Maknanya: Akumulasi strategis oleh pemegang besar (misalnya Lion Group yang mengonversi cadangan $600 juta ke HYPE) mengurangi kekhawatiran tekanan jual jangka pendek. Protokol juga membakar biaya untuk mengurangi pasokan – tercatat ada tekanan beli sebesar 1,8 juta HYPE melalui TWAP minggu ini (X post).

Ambang penting: Penutupan harga di atas $26,44 (EMA 20 hari) bisa menjadi sinyal momentum breakout.


3. Faktor Regulasi & Institusional (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Bitwise mengajukan ETF HYPE pada 31 Desember, sementara CEO VanEck secara terbuka mendukung teknologi Hyperliquid. Perusahaan yang terdaftar di Nasdaq kini memegang HYPE dalam kas mereka.

Maknanya: Pengajuan ETF – meskipun persetujuannya belum pasti – memberikan legitimasi HYPE sebagai infrastruktur tingkat institusional. Ini sejalan dengan langkah Hyperliquid menuju solusi yang patuh regulasi, termasuk dukungan kustodi dari BitGo.


Kesimpulan

Pemulihan HYPE mencerminkan pertumbuhan sektor, akumulasi strategis, dan dorongan regulasi – meskipun secara teknikal masih bearish dalam jangka panjang (turun 47% dalam 90 hari). Unlock token pada 6 Januari dan persaingan yang meningkat dari token LIT milik Lighter (kapitalisasi pasar $700 juta) dapat membatasi potensi kenaikan.

Yang perlu diperhatikan: Apakah HYPE mampu bertahan di level $25,23 (support Fibonacci 78,6%) setelah unlock. Jika gagal, kemungkinan akan menguji kembali level terendah di $22,27.

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.