Analisis harga Hyperliquid (HYPE) Terbaru

Oleh CMC AI
04 January 2026 02:02AM (UTC+0)

Mengapa harga HYPE naik? (04/01/2026)

TLDR

Hyperliquid (HYPE) naik 2,54% dalam 24 jam terakhir, mengungguli pasar kripto secara umum yang naik 0,91%. Kenaikan ini terjadi setelah level support penting berhasil dipertahankan dan adanya sinyal campuran dari aktivitas derivatif.

  1. Pertahanan Support $24 – Para pembeli berhasil mempertahankan level pembukaan tahunan yang krusial meski ada volatilitas akhir pekan.

  2. Aktivitas Whale – Posisi short besar ETH dan pemulihan posisi long ETH senilai $600 juta memengaruhi sentimen pasar.

  3. Risiko Token Unlock – Sebanyak 12,46 juta token HYPE akan dibuka pada 6 Januari, namun mekanisme burn dapat mengurangi tekanan pasokan.


Penjelasan Mendalam

1. Support Kritis di $24 Bertahan (Dampak Bullish)

Gambaran: HYPE berhasil mempertahankan level support di $24, yang bertepatan dengan level pembukaan tahunan 2025 dan 2026 — zona harga yang secara historis penting. Pantulan dari $23,5 menunjukkan upaya bearish gagal dan adanya konsentrasi stop-loss yang ketat.

Maknanya: Trader teknikal melihat ini sebagai sinyal bullish, dengan $24 sebagai batas psikologis yang kuat. Jika harga turun di bawah level ini, bisa memicu likuidasi menuju $20,8, namun ketahanan saat ini menunjukkan adanya akumulasi oleh pemegang jangka panjang.

Yang perlu diperhatikan: Penutupan harga yang konsisten di atas 21 EMA harian ($25,02) sebagai konfirmasi momentum bullish.


2. Volatilitas Derivatif yang Dipicu Whale (Dampak Campuran)

Gambaran: Seorang whale Hyperliquid menyetor 5,5 juta USDC untuk membuka posisi short ETH senilai $68 juta (likuidasi di $3.565), sementara whale lain berhasil memulihkan posisi long ETH senilai $600 juta setelah sebelumnya mengalami kerugian $50 juta.

Maknanya: Posisi leverage besar ini menyebabkan fluktuasi harga jangka pendek. Posisi short menunjukkan sentimen bearish makro, namun pemulihan posisi long menandakan kedalaman likuiditas Hyperliquid. HYPE mendapatkan keuntungan tidak langsung dari aktivitas platform ini melalui biaya taker sebesar 0,07% untuk setiap perdagangan.

Yang perlu diperhatikan: Pergerakan harga ETH menuju $3.565 yang dapat memicu likuidasi dan berdampak pada aliran jaminan HYPE.


3. Tekanan Tokenomics yang Muncul (Risiko Bearish)

Gambaran: Sebanyak 12,46 juta token HYPE (1,3% dari total pasokan) akan dibuka pada 6 Januari, meningkatkan pasokan beredar sebesar 2,7%. Namun, mekanisme burn Hyperliquid telah menghilangkan 47,8% dari total pasokan sejak peluncuran.

Maknanya: Unlock token dalam jangka pendek bisa menekan harga, tetapi tren deflasi dari mekanisme burn (yang meningkat seiring volume perdagangan) dapat mengimbangi tekanan tersebut. Aksi harga saat ini menunjukkan bahwa trader sudah memperhitungkan dilusi yang masih dapat dikelola.

Yang perlu diperhatikan: Data tingkat burn setelah unlock dan lonjakan masuknya token ke bursa dari token yang dibuka.


Kesimpulan

Kenaikan HYPE dalam 24 jam terakhir mencerminkan ketahanan teknikal di level $24 dan aktivitas platform dari perdagangan derivatif bernilai besar, meskipun risiko dari token unlock dan pasar ETH masih ada. Mekanisme burn token yang didorong oleh 97% pendapatan protokol memberikan dukungan struktural, namun volatilitas yang dipicu oleh whale tetap menjadi faktor yang tidak pasti.

Pantauan utama: Apakah HYPE dapat mempertahankan level $24,76 (level Fib 78,6%) untuk mengincar resistance di $26,2, ataukah aksi ambil untung sebelum unlock akan membalikkan kenaikan ini?

Mengapa harga HYPE turun? (02/01/2026)

TLDR

Hyperliquid (HYPE) turun 2,46% menjadi $24,44 dalam 24 jam terakhir, sementara pasar kripto secara keseluruhan naik 1,72%. Faktor utama penyebabnya:

  1. Tekanan Penjualan dari Token yang Dibuka Bulanan – Sebanyak 1,2 juta HYPE dibuka kemarin (6 Januari), menambah risiko penjualan.

  2. Kelemahan Teknis – Harga tertahan di level resistensi $25,5 (SMA 7 hari), dengan RSI (38,6) menunjukkan momentum bearish.

  3. Persaingan Pasar – Pertumbuhan RWA Solana dan kekuatan teknis Chainlink mengalihkan perhatian dari HYPE.


Analisis Mendalam

1. Tekanan Penjualan dari Token yang Dibuka (Dampak Bearish)

Gambaran Umum:
Pada 6 Januari, Hyperliquid melakukan pembukaan token bulanan dengan melepas 1,2 juta HYPE (0,35% dari total pasokan) untuk tim dan pihak internal. Pembukaan token serupa di masa lalu biasanya diikuti oleh penurunan harga jangka pendek.

Arti dari ini:
- Peningkatan pasokan yang beredar dapat menyebabkan dilusi harga, terutama saat likuiditas pasar rendah.
- Pada pembukaan token sebelumnya (misalnya Desember 2025), HYPE turun hingga 5,49% setelah peristiwa tersebut (CoinMarketCap).

Yang perlu diperhatikan:
Apakah token yang dibuka langsung masuk ke bursa, yang bisa dipantau melalui dashboard on-chain Hyperliquid.


2. Analisis Teknis (Dampak Campuran)

Gambaran Umum:
HYPE turun di bawah SMA 7 hari pada level $25,5 dan kini menguji titik pivot penting di $24,71. RSI sebesar 38,6 menunjukkan momentum bearish, namun belum memasuki kondisi oversold.

Arti dari ini:
- Jika harga gagal bertahan di $24,71, ada risiko penurunan lebih lanjut menuju $22,27 (level terendah 2025).
- Histogram MACD berubah positif (+0,37), menandakan kemungkinan stabilisasi jika pembeli mampu mempertahankan level $24.

Level kunci yang harus diperhatikan:
Penutupan harian di atas $25,5 (SMA) akan membatalkan pola bearish saat ini.


3. Rotasi Pasar ke Koin RWA/Institusional (Dampak Bearish)

Gambaran Umum:
Ekosistem RWA Solana mencapai valuasi $873,3 juta (+10% MoM), menarik modal dari platform derivatif DeFi seperti Hyperliquid. Chainlink (LINK) juga mendapatkan perhatian karena “struktur teknis yang lebih bersih” menurut analis.

Arti dari ini:
- Investor lebih memilih aliran dana terkait ETF Solana ($765 juta) dan dominasi oracle Chainlink dibandingkan narasi DEX perpetual milik HYPE.
- “Bitcoin Season” di pasar kripto (Indeks Altcoin: 21/100) menurunkan minat risiko terhadap altcoin dengan kapitalisasi menengah.


Kesimpulan

Penurunan HYPE merupakan hasil kombinasi faktor tokenomics (pembukaan token), resistensi teknis, dan rotasi sektor menuju token RWA/blue-chip. Meskipun MACD menunjukkan potensi stabilisasi, pengembalian harga di atas $25,5 sangat penting untuk menghindari koreksi yang lebih dalam.

Yang perlu diwaspadai: Apakah open interest Hyperliquid sebesar $7,68 miliar dan volume perdagangan yang meningkat dapat menahan tekanan jual akibat pembukaan token dalam 48 jam ke depan?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.