Analisis harga Hyperliquid (HYPE) Terbaru

Oleh CMC AI
10 January 2026 03:45PM (UTC+0)

Mengapa harga HYPE turun? (10/01/2026)

TLDR

Hyperliquid (HYPE) turun 6,05% dalam 24 jam terakhir, kinerjanya lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara umum yang turun 0,80%, dan memperpanjang penurunan sebesar 38,92% dalam 60 hari terakhir. Berikut faktor-faktor utama yang mempengaruhi:

  1. Kerusakan teknikal – Pola bear flag mengindikasikan target harga $19 jika level support gagal bertahan.

  2. Tekanan kompetitif – Lighter dan Aster melampaui volume perdagangan HYPE, mengikis dominasi pasar.

  3. Dampak likuidasi – Kelemahan pasar secara luas memicu aksi jual setelah likuidasi BTC senilai $150 juta.

1. Kerusakan Teknikal (Dampak Bearish)

Gambaran: Para analis mengamati pola bear flag pada grafik 12 jam HYPE, dengan resistance di $27 dan support di $24,64. Jika harga turun di bawah $22,19, kemungkinan akan terjadi penurunan menuju $19, menurut Ali Martinez. Harga saat ini ($24,31) berada di bawah rata-rata pergerakan penting, menegaskan momentum bearish.

Arti dari ini: Trader teknikal melihat pola ini sebagai sinyal kelanjutan tren turun, yang dapat memicu stop-loss dan posisi short. Indeks RSI di angka 41,89 menunjukkan masih ada ruang untuk penurunan lebih lanjut sebelum kondisi oversold terjadi.

Yang perlu diperhatikan: Penutupan harian di atas $26,75 dapat membatalkan pola bearish ini.

2. Tekanan Kompetitif (Dampak Bearish)

Gambaran: Lighter dan Aster telah melampaui volume perdagangan Hyperliquid pada tahun 2025, mengambil pangsa pasar dalam kontrak perpetual on-chain, seiring likuiditas memecoin beralih dari HYPE (Coincu). Dominasi HYPE turun dari 70% ke posisi ketiga, menandakan fragmentasi dalam derivatif DeFi.

Arti dari ini: Penurunan pangsa pasar mengancam pendapatan dari biaya transaksi—yang 97% digunakan untuk pembelian kembali token HYPE—yang berpotensi melemahkan tokenomik. Investor mungkin beralih ke platform baru yang menawarkan insentif lebih tinggi.

3. Kelemahan Pasar Secara Luas (Dampak Bearish)

Gambaran: Likuidasi di pasar kripto mencapai $145 juta, termasuk $45 juta pada Hyperliquid saat harga Bitcoin turun di bawah $90.000. Indeks Fear & Greed berada pada posisi "Netral" (40), dan momentum musim altcoin melemah (-21,43% dalam 24 jam).

Arti dari ini: Korelasi tinggi HYPE dengan BTC (β sekitar 1,2) memperbesar kerugian. Trader menutup posisi leverage karena likuiditas menyusut, dengan volume spot turun 5,06% di seluruh sektor.

Kesimpulan

Penurunan HYPE disebabkan oleh pemicu teknikal, melemahnya posisi kompetitif, dan deleveraging di seluruh sektor—semua memperkuat momentum bearish. Yang perlu diperhatikan: Apakah HYPE dapat mempertahankan support di $22 di tengah meningkatnya adopsi Aster dan Lighter? Pantau data CPI AS malam ini untuk petunjuk makroekonomi.

Mengapa harga HYPE naik? (07/01/2026)

TLDR

Hyperliquid (HYPE) naik 1,09% dalam 24 jam terakhir, mengungguli pasar kripto yang turun 1,1%. Berikut faktor utama yang mempengaruhi:

  1. Peluncuran Perdagangan Spot XRP – Integrasi dengan FXRP dari Flare meningkatkan aktivitas di platform.

  2. Sinyal Breakout Teknis – Harga kembali menembus level Fibonacci penting di tengah momentum RSI yang bullish.

  3. Spekulasi Airdrop – Rilis peta kemajuan memicu antisipasi insentif di masa depan.


Penjelasan Mendalam

1. Peluncuran Perdagangan Spot XRP (Dampak Bullish)

Gambaran: Hyperliquid meluncurkan perdagangan spot XRP melalui FXRP dari Flare pada 7 Januari, memungkinkan transfer lintas rantai dan perdagangan langsung pasangan XRP/USDC (CoinGape). Ini menjadi pasar spot XRP pertama di Hyperliquid, memanfaatkan sistem FAssets dari Flare dan standar OFT dari LayerZero.

Arti dari ini:
- Menarik pemegang XRP yang ingin berdagang on-chain dengan spread lebih ketat dan alat kelas institusional.
- Meningkatkan volume transaksi (volume perdagangan 24 jam Hyperliquid mencapai $276 juta, turun 12% namun masih tinggi).
- Memperkuat posisi Hyperliquid di pasar perpetual DeFi, di mana mereka menguasai sekitar 70%.

Yang perlu diperhatikan: Aktivitas perdagangan FXRP/USDC yang berkelanjutan dan pergerakan harga XRP.


2. Sinyal Breakout Teknis (Dampak Campuran)

Gambaran: HYPE berhasil menembus kembali level retracement Fibonacci 50% ($26,55) dan bertahan di atas rata-rata pergerakan sederhana 7 hari ($25,87). RSI-7 sebesar 70,39 menunjukkan kondisi overbought, namun histogram MACD berubah positif (+0,62), menandakan momentum bullish jangka pendek.

Arti dari ini:
- Trader mungkin melihat breakout Fibonacci sebagai sinyal pembalikan tren setelah HYPE turun 33% dalam 60 hari terakhir.
- RSI yang overbought mengingatkan risiko koreksi, terutama saat mendekati SMA 200 hari ($40,03).

Yang perlu diperhatikan: Penutupan di atas $28,81 (23,6% Fib) bisa mengarah ke target $30,83 (puncak swing).


3. Spekulasi Airdrop dan Hype Ekosistem (Dampak Bullish)

Gambaran: Spekulasi meningkat setelah Hyperliquid merilis peta kemajuan pada 7 Januari, yang memberi petunjuk kemungkinan airdrop di masa depan (Decrypt).

Arti dari ini:
- Mengikuti airdrop Hyperliquid pada November 2024 kepada 90 ribu pengguna, yang mendorong lonjakan volume sebesar 340% setelah acara tersebut.
- Minat ritel biasanya meningkat saat kampanye airdrop, meskipun keberlanjutan tergantung pada adopsi protokol.


Kesimpulan

Kenaikan harga Hyperliquid mencerminkan ekspansi produk strategis (integrasi XRP), momentum teknis, dan minat spekulatif terhadap airdrop. Meskipun faktor bullish mendominasi, trader perlu memantau apakah adopsi FXRP dapat mengimbangi kelemahan pasar secara umum dan kondisi RSI yang sudah jenuh beli. Yang perlu diperhatikan: Apakah HYPE dapat bertahan di atas $26,55 (50% Fib) di tengah penurunan Bitcoin sebesar -2% hari ini?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.