Halaman ini menampilkan data likuidasi kripto terbaru dalam satu dasbor yang mudah digunakan. Data mencakup likuidasi long dan short, dalam 24 jam terakhir dan data historis termasuk hari tunggal terbesar. Data CoinMarketCap adalah yang paling akurat di pasar mata uang kripto, melacak jumlah aset terbesar dan melayani pengunjung terbanyak setiap hari.
Total Likuidasi (24h)
--
Long--
Short--
Peristiwa Likuidasi Teratas Sepanjang Masa
Tampilkan selengkapnya
🥇Oct 10, 2025
Rp 338,39T
Trump threatens 100% tariffs on China
🥈Apr 18, 2021
Rp 175,55T
Rumors of AML crackdowns and mining halts in China
🥉May 19, 2021
Rp 159,12T
Tesla's reversal on BTC payments and China/US regulatory pressure
Memuat...Ini mungkin memerlukan waktu beberapa detik
Likuidasi Kripto
1h1h
4h4h
24h24h
#
Nama
Harga
Kapitalisasi pasar
Minat Terbuka
Likuidasi Long (24h)
Likuidasi Short (24h)
Total Likuidasi (24h)
Tentang Likuidasi
Apa itu likuidasi kripto dan bagaimana cara kerjanya di pasar mata uang kripto?
Likuidasi kripto terjadi ketika posisi leverage seorang pedagang ditutup secara paksa oleh bursa karena pedagang tersebut tidak lagi memenuhi persyaratan margin. Dalam perdagangan leverage, investor meminjam dana untuk meningkatkan ukuran posisi mereka, memperbesar keuntungan dan kerugian. Ketika pasar bergerak melawan posisi pedagang, saldo margin dapat turun di bawah ambang batas pemeliharaan. Pada saat itu, bursa secara otomatis menjual aset untuk menutupi dana yang dipinjam. Mekanisme ini melindungi pemberi pinjaman dan platform dari kerugian akibat utang yang belum dibayar. Likuidasi sangat umum terjadi di pasar futures perpetual dan perdagangan margin, di mana rasio leverage dapat mencapai 50x atau bahkan 100x. Di pasar yang bergerak cepat, likuidasi berjenjang dapat terjadi karena stop-out memicu penjualan lebih lanjut, memperkuat volatilitas dan ayunan harga di seluruh mata uang kripto utama.
Apa yang menyebabkan likuidasi kripto skala besar selama volatilitas pasar?
Likuidasi kripto skala besar biasanya dipicu oleh fluktuasi harga yang cepat dikombinasikan dengan tingkat leverage yang tinggi. Ketika harga aset turun tajam, posisi banyak pedagang secara bersamaan jatuh di bawah persyaratan margin, yang memaksa penjualan otomatis. Likuidasi ini dapat berjenjang karena setiap penjualan paksa mendorong harga lebih rendah, memicu margin call tambahan. Faktor-faktor lain yang berkontribusi termasuk likuiditas yang tipis, leverage yang berlebihan di pasar derivatif, dan peristiwa makroekonomi yang tidak terduga seperti pengumuman peraturan atau perubahan suku bunga. Perdagangan algoritmik dan mekanisme staking likuid juga dapat mempercepat aksi jual ketika ambang batas harga tertentu ditembus. Dalam kasus ekstrem, jenjang likuidasi menyebabkan kilat anjlok (flash crash), di mana miliaran dolar dalam posisi dengan leverage musnah dalam beberapa menit, yang memperkuat ketidakstabilan pasar.
Bagaimana likuidasi kripto memengaruhi harga Bitcoin dan altcoin?
Likuidasi kripto memberikan tekanan jangka pendek yang signifikan pada harga Bitcoin dan altcoin dengan menciptakan penjualan paksa di pasar. Ketika gelombang likuidasi terjadi, bursa secara otomatis menutup posisi long dengan leverage, menambahkan volume penjualan yang tiba-tiba. Hal ini mendorong harga lebih rendah, yang dapat memicu likuidasi lebih lanjut dalam sebuah lingkaran umpan balik. Untuk Bitcoin, yang sering memimpin sentimen pasar yang lebih luas, peristiwa likuidasi besar dapat menyebabkan penurunan tajam dalam sehari dan mengikis kepercayaan investor. Altcoin, dengan kumpulan likuiditas yang lebih kecil, biasanya mengalami penurunan harga yang lebih tajam karena mereka lebih sensitif terhadap tekanan jual yang tiba-tiba. Sebaliknya, likuidasi posisi short selama momentum bullish dapat mempercepat pergerakan harga ke atas, berkontribusi pada reli cepat atau "short squeezes".
Alat atau platform apa yang membantu pedagang melacak data likuidasi kripto secara waktu nyata?
Beberapa platform analitik menyediakan data waktu nyata tentang likuidasi kripto, menawarkan wawasan berharga kepada trader tentang sentimen dan risiko pasar, yang mengagregasi data dari bursa utama seperti Binance, OKX, dan Bybit. Platform-platform ini menampilkan metrik seperti total likuidasi berdasarkan koin, rasio long vs. short, dan peta panas likuidasi. Banyak trader profesional menggunakan API dari layanan ini untuk mengintegrasikan data ke dalam bot perdagangan dan dasbor untuk pengambilan keputusan otomatis. Selain itu, bursa sering menampilkan statistik open interest dan tingkat pendanaan, yang membantu mengukur zona likuidasi potensial. Memantau alat-alat ini memungkinkan trader untuk mengantisipasi volatilitas, mengelola leverage secara lebih efektif, dan mengidentifikasi kondisi pasar yang rentan terhadap rentetan likuidasi.
Bagaimana investor dapat melindungi diri mereka sendiri dari risiko likuidasi dalam perdagangan dengan leverage?
Untuk meminimalkan risiko likuidasi, investor harus menggunakan leverage secara konservatif dan menerapkan strategi manajemen risiko yang baik. Menetapkan order stop-loss membantu membatasi potensi kerugian sebelum ambang batas margin terlampaui. Mempertahankan jaminan yang memadai dan memantau rasio margin secara teratur memastikan posisi tetap memiliki modal yang cukup bahkan selama volatilitas. Trader juga harus menghindari penggunaan leverage maksimum yang ditawarkan oleh bursa, karena pergerakan harga yang kecil sekalipun dapat memicu likuidasi paksa. Mendiversifikasi posisi, menggunakan cross-margin alih-alih isolated margin jika sesuai, dan melacak data likuidasi dapat mengurangi paparan risiko lebih lanjut. Pada akhirnya, memahami bagaimana leverage memperbesar keuntungan dan kerugian sangatlah penting. Praktik perdagangan yang bertanggung jawab dan manajemen portofolio yang disiplin tetap menjadi pertahanan paling efektif terhadap kerugian akibat likuidasi di pasar kripto.