Penjelasan Lebih Lanjut
1. Tujuan dan Inovasi Utama
Aster dibuat untuk mengatasi salah satu masalah penting dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi): risiko yang muncul karena semua aktivitas dapat dilihat publik. Di sebagian besar blockchain, setiap perdagangan, ukuran posisi, dan harga masuk bisa diketahui siapa saja. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk praktik yang merugikan, seperti front-running dan likuidasi yang menyasar posisi tertentu.
Untuk mengatasinya, Aster membangun blockchain Layer 1 khusus bernama Aster Chain, yang menjadikan privasi sebagai pengaturan default. Dengan menggabungkan zero-knowledge proof (ZK) dan alamat tersembunyi, jaringan ini menyamarkan detail pesanan dan memutus keterkaitan antara dompet pengguna dan aktivitas perdagangannya. Tujuannya adalah menciptakan pasar yang lebih adil dengan melindungi strategi trader. Menurut proyek ini, perlindungan tersebut penting untuk menarik lembaga keuangan dan mendukung perdagangan profesional.
2. Teknologi dan Arsitektur
Aster Chain dirancang untuk mendukung perdagangan berfrekuensi tinggi. Proyek ini mengklaim waktu pembuatan blok hingga 50 milidetik dan kapasitas lebih dari 100.000 transaksi per detik (NullTX). Fitur lain yang dirancang agar mudah digunakan adalah model tanpa biaya gas, yang menghilangkan salah satu biaya utama dalam perdagangan onchain.
Sistem privasinya juga menyediakan fitur pengungkapan selektif. Pengguna dapat memberikan “Viewer Pass” kepada pihak ketiga agar mereka bisa memeriksa transaksi untuk keperluan kepatuhan, tanpa membuka seluruh riwayat perdagangan pengguna kepada publik. Dengan begitu, privasi tetap terjaga sekaligus memungkinkan transaksi ditelusuri untuk kebutuhan regulasi.
3. Ekosistem dan Fitur Utama
Platform ini dapat diakses melalui asterdex.com dan menyediakan berbagai layanan DEX. Produknya mencakup Aster Pro untuk perdagangan kontrak berjangka perpetual dengan leverage tinggi, serta Aster Spot untuk perdagangan spot.
Aster terus menambahkan fitur, termasuk layanan perdagangan langsung antarpihak (OTC) untuk kontrak perpetual privat (CoinMarketCap) dan Perpetual Grid Trading 2.0, yang membantu mengotomatiskan strategi perdagangan. Aster juga berfokus pada efisiensi modal. Trader dapat menggunakan aset yang menghasilkan imbal hasil, seperti token liquid staking, sebagai jaminan. Dengan demikian, aset tersebut tetap dapat menghasilkan imbal hasil saat digunakan sebagai margin. Ekosistemnya turut didukung oleh program insentif dan marketplace untuk menyalin strategi perdagangan.
Kesimpulan
Pada dasarnya, Aster berupaya menggabungkan kecepatan dan leverage yang biasanya ditawarkan bursa terpusat dengan kendali atas aset dan transparansi yang menjadi ciri DeFi. Semua itu dibangun di atas blockchain yang menjadikan privasi sebagai perlindungan dasar bagi pasar. Mampukah infrastruktur khusus dan pendekatan yang mengutamakan privasi ini mendorong gelombang baru perdagangan onchain oleh lembaga keuangan?