Apa itu NaoX Protocol (NAORIS)

Oleh CMC AI
30 October 2026 08:55PM (UTC+0)
TLDR

NaoX Protocol adalah blockchain Layer 1 pascakuantum dan protokol infrastruktur terdesentralisasi yang dirancang untuk melindungi aset digital dan sistem dari ancaman komputasi kuantum di masa depan.

  1. Fondasi Tahan Kuantum: Dirancang sejak awal menggunakan kriptografi pascakuantum yang telah distandardisasi, sehingga dapat melindungi sistem dari serangan komputer kuantum di masa depan.

  2. Ramah Pengembang dan Kompatibel: Sepenuhnya kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Pengembang tetap dapat menggunakan perangkat yang sudah dikenal, sementara model transaksi hibrida menjaga kompatibilitas dengan dompet yang ada.

  3. Jaringan Keamanan Terdesentralisasi: Keamanan diperluas ke luar blockchain melalui jaringan kepercayaan yang memungkinkan perangkat memeriksa integritas satu sama lain secara langsung.

Penjelasan Mendalam

1. Tujuan dan Nilai yang Ditawarkan

NaoX Protocol hadir untuk mengatasi risiko penting yang dapat muncul di masa depan: ancaman komputer kuantum terhadap standar kriptografi saat ini. Sebagian besar blockchain mengandalkan tanda tangan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA). Komputer kuantum yang cukup kuat dapat memecahkan tanda tangan ini dengan algoritma Shor.

NaoX dirancang sejak awal dengan kriptografi pascakuantum untuk membantu melindungi aset digital, kontrak pintar, dan infrastruktur yang terhubung. Dengan demikian, protokol ini diposisikan sebagai infrastruktur dasar untuk era kuantum.

2. Teknologi dan Arsitektur

Pada intinya, NaoX adalah blockchain Layer 1 yang menggunakan ML-DSA-87 (NaoX Protocol), algoritma berbasis kisi yang distandardisasi oleh National Institute of Standards and Technology (NIST) Amerika Serikat sebagai FIPS 204. Algoritma ini memberikan tingkat ketahanan tinggi terhadap ancaman kuantum.

Agar tetap kompatibel dengan ekosistem Web3 yang ada, NaoX menggunakan model transaksi hibrida (NaoX Protocol). Setiap transaksi memuat tanda tangan ECDSA konvensional—untuk kompatibilitas dompet dan pembayaran biaya—serta tanda tangan pascakuantum ML-DSA-87 untuk memberikan otorisasi. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu berpindah ke dompet lain.

3. Dasar-Dasar Ekosistem

Protokol ini sepenuhnya kompatibel dengan EVM. Artinya, pengembang dapat membangun aplikasi menggunakan Solidity, Hardhat, MetaMask, dan perangkat Ethereum standar lainnya.

Selain melindungi blockchain-nya sendiri, visi NaoX juga mencakup Jaringan Keamanan (Security Mesh): lapisan terdesentralisasi tempat perangkat—seperti validator, sensor IoT, atau server—dapat terus memeriksa kondisi satu sama lain menggunakan bukti pascakuantum. Tujuannya adalah membangun jaringan keamanan tangguh yang dikelola komunitas untuk sistem Web3 maupun Web2 tradisional.

Kesimpulan

Pada dasarnya, NaoX Protocol adalah infrastruktur blockchain tahan kuantum yang mengutamakan keamanan jangka panjang tanpa mengorbankan kemudahan bagi pengembang atau kompatibilitas dengan ekosistem yang ada. Bagaimana keamanan pascakuantum yang menjadi fitur bawaan NaoX dapat menjadi standar kepercayaan di masa depan digital yang terdiri atas banyak blockchain?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.