Penjelasan Mendalam
1. Tujuan & Nilai yang Ditawarkan
Hyperliquid menargetkan permintaan yang terus meningkat untuk perdagangan derivatif terdesentralisasi, menawarkan kontrak perpetual futures tanpa bergantung pada perantara terpusat. Berbeda dengan platform berbasis automated market maker (AMM), Hyperliquid menggunakan model buku pesanan batas sentral (central limit order book), yang menarik bagi trader profesional yang menginginkan eksekusi yang tepat dan likuiditas yang dalam. Arsitekturnya bertujuan untuk mengatasi “trilema DeFi” yaitu kecepatan, keamanan, dan desentralisasi (CoinMarketCap).
2. Teknologi & Arsitektur
Dibangun di atas blockchain Layer-1 khusus, Hyperliquid menggunakan HyperBFT (varian dari LibraBFT milik Meta) untuk finalitas transaksi dalam waktu kurang dari satu detik. Jaringan ini mendukung HyperEVM, lingkungan yang kompatibel dengan Ethereum untuk smart contract, memungkinkan deposit lintas rantai dari lebih dari 30 jaringan. Validator (saat ini 21 node) mengamankan jaringan, meskipun tingkat desentralisasi masih menjadi perdebatan jika dibandingkan dengan Ethereum yang memiliki lebih dari 14 ribu node (Yahoo Finance).
3. Tokenomik & Tata Kelola
Pasokan maksimum HYPE sebanyak 1 miliar token didistribusikan sebagai berikut:
- 31% untuk pengguna awal melalui airdrop
- 38,9% untuk hadiah komunitas
- 23,8% untuk kontributor inti (dikunci hingga 2027–2028).
Token ini memberikan hak tata kelola atas pembaruan protokol dan struktur biaya. Menariknya, 97% dari biaya platform digunakan untuk pembelian kembali token HYPE, menciptakan tekanan deflasi (Bitrue).
Kesimpulan
Hyperliquid menghadirkan cara baru dalam perdagangan derivatif dengan menggabungkan transparansi terdesentralisasi dan performa kelas institusional. Keberhasilannya bergantung pada kemampuan menyeimbangkan skalabilitas dan desentralisasi seiring pertumbuhan pengguna. Apakah model validatornya akan berkembang untuk memuaskan para puris sambil mempertahankan keunggulannya dibandingkan pesaing seperti dYdX dan Aster?