Deep Dive
1. Canary Mengubah Pengajuan ETF SEI yang Di-stake (7 Oktober 2026)
Gambaran umum: Canary Capital mengajukan perubahan kedua sebelum dokumen S-1 untuk ETF spot Staked SEI berlaku. Dalam dokumen terbaru, BitGo ditunjuk sebagai satu-satunya kustodian, yaitu pihak yang menyimpan aset. Canary juga berencana melakukan staking terhadap sekitar 90% kepemilikan SEI di dalam dana tersebut. Saham ETF akan dicatatkan di Cboe BZX Exchange, tetapi SEC belum menetapkan jadwal keputusan. Kabar ini memicu kenaikan harga lebih dari 30% dan lonjakan volume perdagangan sebesar 200% dalam 24 jam.
Artinya: Kabar ini berpotensi positif bagi SEI karena menjadi langkah nyata menuju investasi institusional yang teregulasi dan dapat menghasilkan imbalan melalui staking. Jika disetujui, ETF ini dapat menjadi sumber permintaan baru yang berkelanjutan untuk token tersebut. Namun, pengajuan ini masih dalam tahap sebelum berlaku dan persetujuan akhir dari SEC belum tentu diberikan. (CoinMarketCap)
2. Dinari Menghadirkan Saham Tokenisasi di Sei (6 Oktober 2026)
Gambaran umum: Sei Network bekerja sama dengan Dinari untuk menghadirkan platform saham tokenisasi dShares ke blockchain. Integrasi ini akan memberi investor AS yang memenuhi syarat akses ke lebih dari 700 saham AS yang ditokenisasi, termasuk saham seluruh perusahaan dalam S&P 500. Saham tersebut dapat diperdagangkan menggunakan USDC melalui dompet yang dikelola sendiri oleh pengguna.
Artinya: Dampaknya bagi SEI cenderung netral hingga positif karena kemampuan jaringan untuk memproses transaksi aset dunia nyata (RWA) bertambah. Integrasi ini memanfaatkan kecepatan Sei untuk kebutuhan yang teregulasi dan berpotensi menarik kelompok pengguna baru. Namun, dampaknya bergantung pada tingkat penggunaan dan volume perdagangan yang benar-benar dihasilkan. (CoinMarketCap)
3. Uji Coba Peningkatan Hermes Catat Kecepatan Rekor (1 Oktober 2026)
Gambaran umum: Sei Labs merilis hasil uji kinerja Hermes, protokol konsensus baru untuk peningkatan Sei Giga yang akan datang. Protokol konsensus adalah sistem yang digunakan jaringan untuk menyepakati dan memproses transaksi. Pengujian pada 51 node validator mencatat kecepatan 100.000 transaksi per detik (TPS) dengan waktu finalisasi median 68 milidetik. Hasil ini menunjukkan lompatan teknis yang berarti.
Artinya: Perkembangan ini berpotensi positif bagi SEI dalam jangka panjang karena menunjukkan kemajuan nyata menuju target 200.000 TPS. Finalisasi yang lebih cepat dapat menarik aplikasi perdagangan berfrekuensi tinggi dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Namun, hasil tersebut masih berasal dari pengujian di laboratorium. Kinerja di kondisi nyata dan peluncuran di mainnet masih menjadi tantangan penting. (CoinMarketCap)
Kesimpulan
Sei berupaya menarik modal institusi melalui pengajuan ETF sekaligus memperluas kegunaannya dengan menghadirkan saham tokenisasi. Upaya ini didukung oleh hasil uji teknis yang menjanjikan. Pertanyaan utamanya adalah apakah perkembangan tersebut dapat mendorong penggunaan jaringan dan menghasilkan biaya transaksi secara berkelanjutan sehingga mendukung valuasi SEI.