Analisis harga Loopring (LRC) Terbaru

Oleh CMC AI
25 December 2025 11:37AM (UTC+0)

TLDR

Loopring (LRC) naik 4,33% dalam 24 jam terakhir, melampaui tren 7 hari (+2,90%) dan 30 hari (+4,91%). Berikut faktor utama yang memengaruhi:

  1. Breakout Teknis – Harga melewati rata-rata bergerak penting, menandakan momentum bullish.

  2. Sentimen Spekulatif – Perbincangan di media sosial tentang rotasi altcoin dan proyek Layer 2 yang undervalued.

  3. Konsolidasi di Bursa – Delisting terbaru mungkin mengonsentrasikan likuiditas pada pasangan yang tersisa.

1. Breakout Teknis (Dampak Bullish)

Gambaran: LRC berhasil menembus di atas SMA 7 hari ($0,0569) dan SMA 30 hari ($0,0551), dengan harga saat ini ($0,0575) sedang menguji resistance EMA 200 hari yang penting di $0,081. RSI (47,32) masih netral, tidak menunjukkan kondisi overbought.
Arti dari ini: Pergerakan di atas rata-rata jangka pendek menunjukkan para trader melihat nilai pada level harga saat ini, terutama setelah LRC turun 28% dalam 90 hari terakhir. Namun, EMA 200 hari tetap menjadi hambatan utama – jika harga bisa bertahan di atas $0,06, potensi kenaikan lebih lanjut bisa terjadi.

2. Spekulasi Rotasi Altcoin (Dampak Campuran)

Gambaran: Indeks Fear & Greed Crypto (28/100) menunjukkan ketakutan ekstrem, yang secara historis menjadi sinyal beli kontrarian. Sebuah tweet pada Juli 2025 oleh @0xklarck menyebut LRC sebagai kandidat altseason, dengan alasan dominasi Ethereum yang meningkat membuat modal berputar ke proyek Layer 2.
Arti dari ini: Meskipun pasar secara umum masih berhati-hati (dominasi BTC: 59,2%), ada permintaan altcoin yang muncul di beberapa area. Lonjakan volume 24 jam LRC sebesar 50% menjadi $15 juta mendukung narasi ini, meskipun likuiditas yang rendah membuat volatilitas semakin tinggi.

3. Dinamika Bursa (Dampak Netral)

Gambaran: Coinbase melakukan delisting pasangan LRC-USDT dan LRC-BTC pada 15 Desember 2025, setelah ProBit menghapusnya pada Oktober 2025. Paradoxnya, ini mengurangi tekanan jual pada pasangan yang kurang likuid dan mengarahkan aktivitas ke pasar yang tersisa.
Arti dari ini: Konsolidasi ini meningkatkan kedalaman likuiditas pada pasangan USD, mengurangi slippage bagi trader. Namun, delisting berisiko mengurangi visibilitas jangka panjang – volume spot LRC masih 85% lebih rendah dibanding puncak September 2025.

Kesimpulan

Kenaikan LRC mencerminkan aktivitas trading teknis dan minat spekulatif pada aset Layer 2 yang undervalued, meskipun keberlanjutan kenaikan ini bergantung pada selera risiko pasar crypto secara umum. Pantauan utama: Apakah LRC bisa bertahan di atas $0,06 untuk menantang EMA 200 hari ($0,081), atau volume yang menurun akan membalikkan kenaikan? Perhatikan juga pergerakan harga Bitcoin – jika turun di bawah $90.000, bisa memicu penjualan altcoin kembali.

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.