Pembahasan Lebih Lanjut
1. Tujuan & Teknologi
Gravity adalah blockchain Layer 1 yang dibuat untuk mengatasi tantangan infrastruktur Web3, terutama dalam hal skalabilitas dan kemudahan penggunaan. Jaringan ini menggunakan mekanisme konsensus AptosBFT bertahap bersama EVM paralel (Grevm) untuk mencapai kapasitas pemrosesan tinggi. Targetnya adalah memproses lebih dari 12.000 transaksi per detik untuk transfer ERC-20, dengan waktu blok sekitar 200 milidetik.
Arsitektur ini juga mencakup Zero-Knowledge Proofs dan rancangan yang didukung restaking. Tujuannya adalah menghadirkan kapasitas lebih dari “1 gigagas per detik” serta finalitas transaksi dalam waktu kurang dari satu detik bagi pengembang dan pengguna.
2. Kegunaan Token & Tata Kelola
Token G merupakan bagian penting dari jaringan Gravity. Token ini berfungsi sebagai token gas untuk membayar semua transaksi dan operasi smart contract. Pemegang token dapat melakukan staking G untuk membantu mengamankan jaringan dan memperoleh imbalan. Selain itu, G juga merupakan token tata kelola yang memungkinkan komunitas memberikan suara dalam keputusan penting terkait protokol dan pembaruannya. G juga dapat digunakan untuk pembayaran dan mendukung pertumbuhan berbagai platform yang dibangun di atas Gravity melalui insentif.
3. Ekosistem & Adopsi
Kegunaan utama Gravity adalah mendukung Galxe, platform kredensial dan pengembangan Web3 terkemuka. Pada akhir 2025, Galxe melaporkan memiliki sekitar 36 juta pengguna dan lebih dari 7.700 mitra. Hal ini memberikan kegunaan langsung dalam skala besar bagi jaringan Gravity.
Saat ini, jaringan tersebut sedang menjalani perubahan besar: migrasi dari Alpha Mainnet—Layer 2 berbasis Arbitrum—ke Gravity L1 yang berdiri sendiri. Langkah ini bertujuan menyatukan likuiditas dan meningkatkan kinerja.
Kesimpulan
Pada dasarnya, Gravity (G) adalah token utilitas yang mendukung blockchain Layer 1 berkecepatan tinggi. Jaringan ini mengutamakan kemudahan bagi pengembang dan penggunaan nyata, terutama melalui perannya dalam ekosistem Galxe yang luas. Bagaimana penyelesaian migrasi mainnet akan semakin memperkuat posisi Gravity sebagai infrastruktur bagi gelombang aplikasi Web3 berikutnya?