Analisis Mendalam
1. DeXe Naik 28% setelah Demo Mainnet (29 Agustus 2026)
Ringkasan: Pada 29 Agustus, DEXE naik 28% dalam 24 jam dan diperdagangkan di kisaran $2,46. Kenaikan ini dipicu oleh demo DeXe Protocol yang menampilkan pembuatan DAO secara langsung di mainnet serta integrasi dengan NOW Wallet. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna menyimpan dan menukar DEXE, serta menghubungkan dompet mereka ke dApp. Analisis teknikal mencatat pola falling wedge yang menembus ke atas pada grafik 4 jam. Harga juga bergerak di atas EMA 50, sementara RSI mencapai level jenuh beli, yaitu 81.
Maknanya: Perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi DEXE karena kenaikan harga terjadi seiring kemajuan produk yang nyata dan kemudahan akses bagi pengguna. Hal ini dapat menandakan kembali meningkatnya aktivitas pengembangan setelah tren turun yang tajam. Namun, RSI yang sangat tinggi menunjukkan kemungkinan harga terkoreksi dalam waktu dekat. (CoinMarketCap)
2. Short Squeeze Picu Lonjakan Harga 24% (28 Juli 2026)
Ringkasan: DEXE naik 24,38% pada 28 Juli dan diperdagangkan di harga $3,3924. Kenaikan dimulai setelah harga memantul dari zona permintaan ($1,675–$2,4309), lalu semakin kuat akibat likuidasi posisi short dalam jumlah besar. Dalam 24 jam, likuidasi posisi short mencapai $767,12 ribu, lebih tinggi daripada likuidasi posisi long sebesar $587,70 ribu. Ini menunjukkan terjadinya short squeeze—situasi ketika penutupan paksa posisi short mendorong harga naik.
Maknanya: Kondisi ini memberi sinyal netral hingga positif bagi DEXE. Pembelian paksa oleh trader yang menggunakan leverage dapat memicu kenaikan tajam. Namun, kepemilikan token sangat terkonsentrasi: 100 dompet teratas menguasai 99,72% dari total pasokan. Karena itu, kenaikan seperti ini rentan berbalik secara mendadak jika pemilik besar menjual tokennya. (CoinMarketCap)
3. Token Turun 97% dari Puncak Juli (24 Juli 2026)
Ringkasan: DEXE mengalami penurunan tajam sebesar 97% dari puncak yang dilaporkan di salah satu bursa, yaitu hampir $49, menjadi sekitar $1,60 dalam waktu kurang dari tiga hari. Penurunan ini terjadi setelah short squeeze mendorong harga token ke puncaknya pada pertengahan Juli. Data likuidasi menunjukkan bahwa likuidasi posisi long dalam 24 jam lebih besar daripada posisi short, sejalan dengan penurunan pasar secara luas.
Maknanya: Ini merupakan sinyal negatif bagi DEXE dan menyoroti volatilitasnya yang ekstrem serta risiko akibat jumlah token yang tersedia untuk diperdagangkan terbatas dan pasokan yang didominasi pemilik besar. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kenaikan yang terutama dipicu oleh penutupan posisi berleverage sulit bertahan tanpa adanya permintaan yang mendasarinya. (CoinMarketCap)
Kesimpulan
Perkembangan DeXe belakangan ini menunjukkan perpaduan antara optimisme atas kemajuan produk dan volatilitas tinggi akibat aktivitas perdagangan berleverage. Akibatnya, harga token masih belum menemukan pijakan yang stabil. Apakah pertumbuhan infrastruktur DAO protokol ini akan mendorong permintaan yang lebih berkelanjutan, atau harga akan tetap rentan terhadap pergerakan pemilik besar dan pasar derivatif?