Penjelasan Mendalam
1. Peluncuran Testnet APIs (14 Jan 2026)
Gambaran Umum: Aster meluncurkan Testnet APIs pertamanya yang memungkinkan pengembang berinteraksi dengan Aster Chain. API ini berhasil memproses lebih dari 100 ribu transaksi dalam waktu 30 menit setelah peluncuran, menunjukkan kapasitas awal yang kuat.
Pembaruan ini mencakup endpoint REST dan WebSocket untuk penempatan order, integrasi dompet, dan riwayat transaksi. Pengembang kini dapat mensimulasikan lingkungan trading dan melakukan uji beban pada aplikasi terdesentralisasi (dApps) sebelum mainnet diluncurkan.
Maknanya: Ini merupakan kabar baik untuk ASTER karena mempercepat pengembangan ekosistem dengan mengurangi hambatan bagi para pembangun. Performa testnet yang skalabel dapat menarik lebih banyak proyek dan meningkatkan utilitas jaringan. (Sumber)
2. Pembaruan Aplikasi v1.6.0 (7 Nov 2025)
Gambaran Umum: Aplikasi Aster menambahkan fitur login multi-sesi (akses Web/H5 secara bersamaan) dan memungkinkan ASTER digunakan sebagai aset margin dengan leverage hingga 200x pada pasangan utama seperti BTC dan ETH.
Di balik layar, pembaruan ini juga memperkenalkan atomic swaps untuk jaminan lintas rantai dan mengurangi latensi pencocokan order hingga 40%.
Maknanya: Ini bersifat netral untuk ASTER karena meskipun pengalaman pengguna yang lebih baik dapat menarik trader, risiko leverage tinggi dapat meningkatkan volatilitas. Penggunaan margin menambah permintaan token, namun tergantung pada aktivitas trading. (Sumber)
3. Persiapan Aster Chain L1 (Kuartal 1 2026)
Gambaran Umum: Aster mengonfirmasi bahwa blockchain Layer 1 dengan fokus pada privasi akan diluncurkan pada kuartal pertama 2026, menggunakan teknologi zero-knowledge proofs untuk menyembunyikan ukuran perdagangan sekaligus memenuhi persyaratan audit.
Testnet yang sudah aktif sejak Desember 2025 telah mengakomodasi lebih dari 50 proyek. Kode dasar mencakup komponen modular untuk resistensi terhadap MEV dan penyelesaian lintas rantai.
Maknanya: Ini merupakan kabar baik untuk ASTER karena Layer 1 khusus ini dapat membedakan Aster dari pesaing seperti dYdX, menarik trader yang mengutamakan privasi, dan mengurangi ketergantungan pada Ethereum. (Sumber)
Kesimpulan
Pembaruan kode Aster menekankan pada skalabilitas infrastruktur (Testnet APIs), fitur yang berfokus pada trader (Aplikasi v1.6), dan diferensiasi jangka panjang (blockchain privasi L1). Meskipun harga ASTER baru-baru ini mengalami penurunan (-49% dalam 60 hari), perkembangan ini menempatkan ASTER pada posisi yang kuat untuk permintaan yang didorong oleh ekosistem. Apakah mainnet Aster Chain akan berhasil diluncurkan tepat waktu pada kuartal pertama 2026 di tengah ketidakpastian pasar yang lebih luas?