Penjelasan Mendalam
1. Tujuan & Nilai yang Ditawarkan
Threshold Network bertujuan mengatasi paradoks kegunaan Bitcoin dengan memungkinkan pemegang BTC menggunakan aset mereka dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi) tanpa mengorbankan keamanan atau kendali pribadi. Layanan utamanya adalah tBTC, aset yang didukung Bitcoin secara terdesentralisasi dengan rasio 1:1 yang dapat berpindah antar blockchain seperti Ethereum, Sui, dan Starknet. Ini menyediakan jembatan yang minim kepercayaan bagi sekitar $500 miliar modal Bitcoin institusional (CoinMarketCap) untuk mengakses DeFi.
2. Teknologi & Arsitektur
Jaringan ini didukung oleh kriptografi threshold. Teknologi ini membagi operasi sensitif—seperti menandatangani transaksi—ke dalam sekelompok node independen. Sebuah jumlah minimum yang telah ditentukan (disebut "threshold") harus bekerja sama agar operasi berhasil, memastikan tidak ada satu entitas pun yang mengendalikan sepenuhnya. Untuk tBTC, ini diterapkan dengan model penandatangan threshold 51 dari 100, yang mengamankan jaminan Bitcoin secara terdesentralisasi.
3. Tokenomik & Tata Kelola
Token T adalah token utilitas dan tata kelola ERC-20. Pemegang token dapat melakukan staking T untuk menjalankan node yang mengamankan jaringan dan mendapatkan imbalan. Staking juga memberikan manfaat praktis: sejak Januari 2026, pemegang yang melakukan staking berhak mendapatkan penghapusan biaya saat menukarkan tBTC, menghubungkan kepemilikan token langsung dengan pengurangan biaya protokol (CryptoPotato). Tata kelola jaringan diatur oleh Threshold DAO, di mana pemegang T dapat memberikan suara untuk pembaruan dan pengaturan jaringan.
Kesimpulan
Threshold adalah protokol infrastruktur lintas rantai yang menggunakan kriptografi canggih untuk mendesentralisasi akses ke likuiditas Bitcoin. Bagaimana fokusnya pada jembatan tanpa kepercayaan dan berkelas institusional akan membentuk gelombang adopsi DeFi Bitcoin berikutnya?