Penjelasan Lebih Lanjut
1. Tujuan dan Manfaat
Gitcoin berupaya mengatasi masalah kurangnya pendanaan untuk barang publik. Proyek seperti perangkat lunak sumber terbuka atau penelitian iklim memberi manfaat luas, tetapi sering kali tidak menghasilkan keuntungan yang menarik bagi investor tradisional. Gitcoin menyediakan sarana koordinasi bagi ekosistem Ethereum agar komunitas dapat bersama-sama mendanai proyek yang mereka anggap penting. Mekanisme pendanaan kuadratik memperbesar dampak donasi kecil, sehingga lebih banyak dana dapat disalurkan ke proyek yang mendapat dukungan luas dari komunitas (CoinMarketCap).
2. Dasar Ekosistem
Ekosistem Gitcoin didukung oleh tiga produk utama:
- Grants Stack: Solusi menyeluruh untuk membuat dan mengelola putaran pendanaan.
- Allo Protocol: Sistem smart contract sumber terbuka dan modular yang mendukung pendanaan transparan serta dapat disesuaikan.
- Gitcoin Passport: Alat identitas terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna menggabungkan berbagai bukti identitas untuk menunjukkan bahwa mereka adalah individu unik. Dalam beberapa kasus, pengguna dapat melakukan staking GTC.
3. Tokenomics dan Tata Kelola
GTC adalah token tata kelola yang diluncurkan pada Mei 2021. Fungsi utamanya adalah membantu mendesentralisasikan pengambilan keputusan terkait program hibah, penyelesaian sengketa, dan pengelolaan dana Gitcoin. Pemegang GTC dapat memiliki hak suara di Gitcoin DAO, sehingga komunitas ikut menentukan arah strategis proyek.
Kesimpulan
Pada dasarnya, Gitcoin adalah infrastruktur milik komunitas untuk mendanai fondasi penting bagi internet terbuka. Bagaimana perkembangan model tata kelolanya akan membentuk generasi barang publik berikutnya?