Penjelasan Mendalam
1. Tujuan & Nilai Tambah
0G dibuat untuk mengatasi hambatan utama yang menghalangi AI berjalan secara efisien di blockchain. Blockchain tradisional kesulitan menangani penyimpanan data besar, komputasi cepat, dan jaminan ketersediaan data yang dibutuhkan model AI. 0G hadir sebagai Layer AI terdesentralisasi pertama (AIL), menyediakan infrastruktur modular terpadu—disebut sistem operasi AI terdesentralisasi (deAIOS)—agar pengembang dapat membangun aplikasi AI yang transparan, dapat diverifikasi, dan tahan sensor tanpa bergantung pada penyedia cloud terpusat.
2. Teknologi & Arsitektur
Sistem ini dibangun dari empat lapisan yang saling terhubung, masing-masing memenuhi kebutuhan utama AI on-chain:
- 0G Chain: Blockchain Layer 1 berperforma tinggi dan kompatibel dengan EVM yang menjadi lapisan eksekusi untuk smart contract dan logika AI.
- 0G Storage: Jaringan penyimpanan terdesentralisasi yang menggunakan erasure coding untuk memecah dan mendistribusikan dataset besar serta model AI secara aman dan hemat biaya.
- 0G Data Availability (DA): Lapisan yang dapat diskalakan tanpa batas di atas 0G Storage, memastikan data penting selalu dapat diverifikasi dan diakses, sangat penting untuk Layer 2 rollups dan aplikasi real-time.
- 0G Compute Network: Pasar terdesentralisasi yang menghubungkan pengguna dengan penyedia GPU untuk inferensi AI, pelatihan model, dan tugas komputasi lainnya.
3. Ekosistem & Keunggulan Utama
Berbeda dengan blockchain umum, 0G dirancang khusus untuk AI sejak awal. Modularitasnya memungkinkan pengembang menggunakan komponennya secara terpisah atau gabungan, serta integrasi dengan ekosistem seperti Ethereum, Solana, dan Polygon. Keunggulan utama termasuk skalabilitas horizontal melalui beberapa jaringan konsensus dan pasar layanan untuk agen AI siap pakai. Ekosistem ini menargetkan sektor data-intensif seperti DeFi, game on-chain dengan NPC cerdas, dan ilmu terdesentralisasi (DeSci).
Kesimpulan
Secara mendasar, 0G adalah upaya ambisius untuk membangun fondasi infrastruktur bagi ekonomi AI yang dapat diverifikasi dan terbuka di blockchain. Apakah arsitektur modular dan throughput tinggi ini akan menjadi standar bagi generasi aplikasi AI terdesentralisasi berikutnya?