Penjelasan Mendalam
1. Reli Sektor AI (31 Desember 2025)
Gambaran:
0G naik 38% selama rangkuman mingguan HTX (22–28 Desember 2025), didorong oleh minat baru pada proyek AI dan DeFi. Reli ini bertepatan dengan peluncuran protokol Coinbase x402 V2, yang menambahkan dukungan multi-chain dan integrasi pembayaran tradisional, sehingga meningkatkan token ekosistem seperti 0G.
Arti dari ini:
Ini merupakan sinyal positif untuk 0G karena likuiditas yang didorong oleh bursa dan momentum narasi dapat menarik trader jangka pendek. Namun, penurunan token selama 90 hari terakhir (-68,45%) menunjukkan adanya skeptisisme yang lebih luas terkait keberlanjutan proyek ini. (PRNewswire)
2. Pelanggaran Keamanan (11 Desember 2025)
Gambaran:
Kontrak reward 0G dieksploitasi melalui kerentanan Next.js, mengakibatkan kehilangan 520.010 token senilai 520 ribu dolar. Pelaku memanfaatkan kunci privat Alibaba Cloud yang bocor, meskipun infrastruktur inti blockchain tetap tidak terpengaruh.
Arti dari ini:
Pelanggaran ini berdampak negatif pada kepercayaan investor, menyoroti risiko pada sistem yang bergantung pada cloud. Namun, respons transparan dari 0G dan rencana migrasi ke model keamanan zero-trust dapat mengurangi dampak reputasi jangka panjang. (Coincu)
3. Kemitraan NTU Singapura (26 November 2025)
Gambaran:
0G bekerja sama dengan Nanyang Technological University (NTU) dalam inisiatif senilai S$5 juta (3,6 juta dolar) untuk mengembangkan sistem AI terdesentralisasi dan dapat diverifikasi. Kolaborasi ini fokus pada integrasi infrastruktur modular 0G dengan riset AI NTU.
Arti dari ini:
Ini merupakan sinyal netral hingga positif, karena kemitraan akademis meningkatkan kredibilitas meskipun belum memberikan dorongan harga langsung. Keberhasilan bergantung pada kemampuan menghadirkan solusi AI yang dapat diskalakan pada tahun 2026. (0G Foundation)
Kesimpulan
Volatilitas terbaru 0G mencerminkan kekuatan yang saling bertentangan: optimisme sektor AI versus kerentanan keamanan. Meskipun listing di bursa dan kemitraan menunjukkan potensi pertumbuhan, proyek ini harus membuktikan bahwa infrastrukturnya mampu bertahan dari eksploitasi. Apakah pivot 0G ke keamanan zero-trust dapat mengembalikan kepercayaan institusional terhadap roadmap AI-nya?