Analisis Mendalam
1. Momentum Rendah dan Tekanan Jual
Gambaran umum: Volume perdagangan turun drastis sebesar 66,32% menjadi $31,8 juta, menunjukkan kurangnya keyakinan pembeli. Sementara Bitcoin naik lebih dari 5%, TNSR justru turun, menandakan bahwa koin ini terlepas dari kekuatan pasar yang lebih luas dan menghadapi tekanan jual yang berkelanjutan.
Maknanya: Token ini tidak memiliki momentum untuk mengikuti kenaikan pasar, yang menunjukkan bahwa saat ini kurang menjadi fokus para trader.
Yang perlu diperhatikan: Peningkatan volume yang berkelanjutan bersamaan dengan kenaikan harga sebagai konfirmasi perubahan tren.
2. Tidak Ada Faktor Pendukung Sekunder yang Jelas
Gambaran umum: Data yang tersedia tidak menunjukkan adanya berita khusus, peristiwa on-chain, atau aktivitas derivatif yang dapat menjelaskan pergerakan Tensor. Penurunan harga tampaknya murni karena struktur teknikal yang lemah.
Maknanya: Tanpa adanya katalis yang jelas, pergerakan harga ini lebih tepat dianggap sebagai kelanjutan tren bearish yang sedang berlangsung.
3. Perkiraan Pasar Jangka Pendek
Gambaran umum: TNSR diperdagangkan jauh di bawah rata-rata 30 hari dan 60 hari, menandakan tren turun. Support utama berada di level $0,055; jika level ini bertahan, kemungkinan harga akan bergerak dalam kisaran antara $0,055 hingga $0,065. Jika support ini gagal, harga berisiko turun menuju level terendah 90 hari di sekitar $0,042.
Maknanya: Arah pergerakan harga cenderung turun sampai tekanan beli meningkat secara signifikan.
Yang perlu diperhatikan: Kenaikan kembali di atas level $0,065, yang membutuhkan lonjakan volume dan momentum positif dari ekosistem Solana secara lebih luas.
Kesimpulan
Perkiraan Pasar: Tekanan Bearish
Penurunan harga Tensor mencerminkan kurangnya katalis dan minat investor di tengah volume perdagangan yang tipis, sehingga membuatnya rentan terhadap penurunan lebih lanjut.
Fokus utama: Apakah TNSR dapat mempertahankan support di $0,055, ataukah volume yang rendah akan menyebabkan penurunan menuju level terendah tahunan?