Analisis harga Power Protocol (POWER) Terbaru

Oleh CMC AI
24 January 2026 06:50AM (UTC+0)

TLDR

Power Protocol naik 16,5% dalam 24 jam terakhir, jauh mengungguli pasar kripto yang hampir datar. Kenaikan ini tampaknya merupakan gabungan dari pemulihan setelah penurunan tajam baru-baru ini, sentimen positif yang berkelanjutan dari kemitraan terbaru, dan aktivitas perdagangan yang tinggi.

Berikut faktor utamanya:

  1. Pemulihan Teknis & Momentum – Harga sedang pulih dari penurunan tajam selama 7 hari, dengan indikator MACD yang bullish dan RSI di angka netral 52, menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut.

  2. Momentum Kemitraan – Kesepakatan strategis tanggal 15 Januari dengan High Roller Technologies untuk mengembangkan model keterlibatan Web3 terus mendorong sentimen positif dan pertumbuhan utilitas yang dirasakan.

  3. Aktivitas Perdagangan Tinggi – Volume perdagangan 24 jam melonjak 207% menjadi $41 juta, dengan rasio perputaran tinggi 0,85, menandakan minat spekulatif yang kuat dan likuiditas yang baik.

Penjelasan Mendalam

1. Pemulihan Teknis & Momentum (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: POWER sedang pulih dari koreksi tajam, setelah menjadi salah satu aset game dengan penurunan terbesar di awal Januari, yaitu -58,41% selama 7 hari hingga 11 Januari. Reli saat ini adalah pantulan dari kondisi oversold, didukung oleh indikator momentum yang bullish.

Arti dari ini: Histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) positif di angka 0,0055, menandakan momentum naik yang sedang terbentuk. Simple Moving Average (SMA) 7 hari di $0,177 kini berada di bawah harga saat ini, berfungsi sebagai level dukungan. Indeks Kekuatan Relatif (RSI-14) di 52,08 berada di zona netral, belum overbought, sehingga masih ada ruang untuk kenaikan sebelum tekanan jual meningkat. Harga sedang menguji SMA 30 hari di sekitar $0,233, dan jika berhasil menembus ke atas, target berikutnya adalah level resistensi Fibonacci di $0,281.

Yang perlu diperhatikan: Pantau apakah harga dapat bertahan di atas SMA 30 hari di $0,233 untuk mengonfirmasi kekuatan pemulihan ini.

2. Sentimen Berbasis Kemitraan (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Pada 15 Januari 2026, Power Protocol mengumumkan kemitraan strategis dengan High Roller Technologies (NYSE: ROLR), operator kasino online yang diatur secara resmi, untuk mengembangkan model keterlibatan pengguna Web3 yang canggih di bidang hiburan digital (Finbold).

Arti dari ini: Kolaborasi ini menguatkan infrastruktur Power Protocol untuk penggunaan nyata yang diatur secara legal, berpotensi memperluas basis pengguna dan menciptakan permintaan baru untuk token $POWER. Berita ini, meskipun sudah lebih dari seminggu, terus mendukung narasi pertumbuhan ekosistem dan utilitas, yang menjadi faktor utama kepercayaan investor pada token game. Kemitraan ini juga sejalan dengan ekspansi protokol di luar game unggulannya, Fableborne, sehingga meningkatkan nilai jangka panjangnya.

3. Aktivitas Perdagangan Spekulatif Tinggi (Dampak Campuran)

Gambaran Umum: Volume perdagangan melonjak sebesar 207% menjadi $41,05 juta dalam 24 jam, jauh melampaui kenaikan harga dan menghasilkan rasio perputaran tinggi sebesar 0,85 (indikator likuiditas).

Arti dari ini: Lonjakan volume seperti ini biasanya mengonfirmasi pergerakan harga yang kuat dan menarik trader momentum. Rasio perputaran yang tinggi menunjukkan perubahan posisi yang aktif, menyediakan likuiditas bagi pembeli dan penjual. Meskipun ini mendukung penemuan harga jangka pendek, hal ini juga membawa risiko volatilitas yang lebih tinggi—arus masuk dana yang cepat bisa berbalik dengan cepat jika sentimen berubah.

Kesimpulan

Reli POWER adalah pantulan teknis yang diperkuat oleh optimisme berkelanjutan dari kemitraan bergengsi dan lonjakan volume perdagangan spekulatif. Bagi pemegang token, ini menunjukkan potensi pergeseran dari tren turun, meskipun token masih berada dalam fase pemulihan yang volatil.

Yang perlu diperhatikan: Apakah POWER dapat menutup di atas simple moving average 30 hari di sekitar $0,233 untuk menguatkan pemulihan ini, atau akan menghadapi resistensi dan berkonsolidasi?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.