Prediksi Harga LayerZero (ZRO)

Oleh CMC AI
23 January 2026 09:55AM (UTC+0)

TLDR

Prospek harga ZRO bergantung pada kemampuannya mengubah dominasi teknis menjadi nilai yang berkelanjutan, dengan menyeimbangkan pertumbuhan agresif dan pelepasan pasokan yang terus berlangsung.

  1. Katalis Jangka Pendek – Acara ekosistem yang dikonfirmasi pada 10 Februari 2026 mendorong pembelian spekulatif dan harga yang terlepas dari tren pasar yang lebih luas.

  2. Dinamika Pasokan & Permintaan – Pelepasan token bulanan sepanjang 2026 menambah tekanan jual yang terus-menerus, namun ketahanan harga baru-baru ini menunjukkan permintaan dasar yang kuat.

  3. Ekosistem & Tata Kelola – Integrasi Stargate dan pemungutan suara berkala terkait pengaktifan biaya protokol dapat mengubah ZRO menjadi aset dengan arus kas.

Analisis Mendalam

1. Katalis Mendatang & Sentimen Pasar (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Para trader sudah memperhitungkan acara ekosistem LayerZero yang dijadwalkan pada 10 Februari 2026. Antisipasi ini membuat ZRO terlepas dari tren penurunan Bitcoin dan Ethereum, melonjak 14% dalam satu sesi perdagangan. Karena detail acara belum diungkap, spekulasi pun meningkat, menciptakan situasi "beli karena rumor" yang bisa menyebabkan volatilitas di sekitar tanggal tersebut.

Maknanya: Pergerakan harga saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen. Pengumuman positif bisa memperpanjang kenaikan harga, sementara reaksi "jual saat berita keluar" adalah risiko umum jika acara tersebut tidak memenuhi ekspektasi tinggi. Kuncinya adalah apakah katalis ini menghasilkan penggunaan baru yang nyata atau kemitraan strategis.

2. Pelepasan Token vs. Penyerapan Pasar (Dampak Campuran)

Gambaran Umum: ZRO memiliki pasokan tetap sebanyak 1 miliar token, dengan 32,2% dialokasikan untuk Mitra Strategis dan 25,5% untuk Kontributor Inti, keduanya mengikuti jadwal vesting selama 3 tahun dengan pelepasan bulanan hingga 2026. Pelepasan 25,71 juta ZRO pada 20 Januari 2026 (6,36% dari pasokan yang beredar) justru diikuti oleh kenaikan harga mingguan sebesar 40%, bertentangan dengan penurunan harga yang biasanya terjadi akibat dilusi.

Maknanya: Ini menunjukkan permintaan yang kuat saat ini melebihi pasokan baru yang masuk pasar. Namun, jadwal pelepasan token ini tetap menjadi beban jangka panjang. Stabilitas harga akan bergantung pada permintaan yang terus tumbuh dari ekosistem dan kedisiplinan pemegang token strategis. Jika pasar gagal menyerap pelepasan token di masa depan, keuntungan yang sudah diraih bisa berbalik arah.

3. Pertumbuhan Ekosistem & Tata Kelola Fee Switch (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Utilitas LayerZero semakin berkembang, terbukti dengan integrasi langsungnya dengan Starknet yang menghubungkan lebih dari 150 blockchain. Selain itu, akuisisi Stargate Finance senilai $110 juta yang telah disetujui memperkuat tumpukan teknologi lintas rantai. Yang penting, pemegang ZRO memberikan suara setiap enam bulan dalam referendum yang tidak dapat diubah untuk mengaktifkan biaya protokol, yang nantinya digunakan untuk membeli kembali dan membakar token.

Maknanya: Integrasi yang berhasil mendorong penggunaan jaringan dan potensi pendapatan dari biaya. Pengaktifan fee switch akan menghubungkan pendapatan protokol langsung ke tokenomics ZRO, menciptakan mekanisme deflasi dan narasi peningkatan nilai. Fitur tata kelola ini memberikan katalis bullish berulang, dengan pemungutan suara berikutnya kemungkinan besar pada Juni 2025.

Kesimpulan

Jalan ZRO melibatkan menghadapi hype acara jangka pendek, pelepasan pasokan selama beberapa tahun, dan perubahan fundamental menuju penghasilan biaya. Bagi pemegang token, penting untuk mengamati acara 10 Februari sebagai petunjuk momentum, namun cerita utama tahun 2026 akan ditentukan oleh metrik adopsi dan hasil pemungutan suara fee-switch berikutnya.

Apakah pertumbuhan aktivitas on-chain akan membenarkan premium saat ini dan mampu menyerap pasokan token di masa depan?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.