Penjelasan Mendalam
1. Momentum Perdagangan Kuat (15 Februari 2026)
Gambaran: Data dari PearData pada 15 Februari menunjukkan bahwa INIT terlibat dalam empat dari lima pasangan perdagangan teratas di Pear Protocol dalam 24 jam sebelumnya. INIT menunjukkan performa yang kuat dibandingkan aset seperti USDC, SKR, POPCAT, dan AIXBT, yang menandakan minat spekulatif dan likuiditas yang meningkat.
Maknanya: Ini adalah sinyal positif untuk INIT karena menunjukkan permintaan perdagangan yang aktif dan integrasi dalam protokol DeFi, bukan hanya di pasar spot biasa. Perdagangan pasangan dengan volume tinggi secara berkelanjutan dapat membantu penemuan harga yang lebih baik dan menarik arbitrase, meskipun masih didorong oleh spekulasi jangka pendek.
2. Masuk Daftar Penurun Terbesar Harian (12 Januari 2026)
Gambaran: Pada 12 Januari, agregator pasar WHISPR mencatat INIT sebagai salah satu token dengan penurunan terbesar di kategori Smart Contract, dengan penurunan sebesar 7,18%. Hal ini terjadi di tengah kondisi pasar yang melemah secara umum.
Maknanya: Ini merupakan sinyal negatif untuk INIT karena menunjukkan kerentanan token terhadap tekanan jual dan sentimen negatif. Meskipun ada perkembangan teknis, harga INIT masih sangat dipengaruhi oleh ketakutan pasar secara umum, yang menurut Fear & Greed Index berada pada level "Ekstrem".
3. Bitget Menghapus Produk Earn (4 Januari 2026)
Gambaran: Bitget mengumumkan penghapusan produk "INIT On-chain Earn" pada 13 Januari 2026. Aset pengguna secara otomatis dipindahkan ke akun spot tanpa perlu tindakan lebih lanjut, namun opsi staking yang mudah diakses ini dihilangkan.
Maknanya: Ini adalah perkembangan yang netral hingga negatif untuk INIT. Meskipun bukan penghapusan token secara langsung, penghilangan produk yield ini dapat sedikit mengurangi daya tarik bagi pemegang pasif. Hal ini lebih mencerminkan penyederhanaan produk rutin daripada masalah mendasar pada aset tersebut.
Kesimpulan
Kisah Initia terbagi antara aktivitas perdagangan on-chain yang menggembirakan dan kenyataan sulit di pasar yang penuh ketakutan. Apakah integrasi protokol yang terus berkembang akan mampu mengimbangi tekanan jual yang terus berlangsung?