Penjelasan Mendalam
1. Jembatan Cross-Chain ke TRON & Ethereum (2026)
Gambaran Umum: Setelah ekspansi ke BNB Chain pada Desember 2025, EVAA berencana membangun jembatan cross-chain yang menghubungkan protokolnya dengan TRON dan Ethereum (CoinMarketCap). Infrastruktur ini memungkinkan pengguna memindahkan aset dan likuiditas antar ekosistem besar tersebut dan TON, sehingga memperluas basis pengguna dan jenis jaminan yang dapat digunakan.
Apa artinya: Ini merupakan kabar positif bagi EVAA karena dapat meningkatkan likuiditas dan kegunaan secara signifikan, menarik pengguna dari ekosistem DeFi yang lebih besar. Namun, hal ini juga membawa risiko keamanan pada smart contract dan jembatan yang harus diawasi dengan ketat.
2. Pinjaman Undercollateralized melalui Social Graph (Masa Depan)
Gambaran Umum: Target roadmap berikutnya adalah meluncurkan pinjaman undercollateralized, yaitu pinjaman tanpa jaminan penuh, dengan memanfaatkan social graph Telegram untuk menilai kelayakan kredit (CoinMarketCap). Ini merupakan perubahan besar dari model overcollateralized saat ini, yang memungkinkan pengguna meminjam tanpa harus memiliki aset kripto dalam jumlah besar.
Apa artinya: Ini sangat positif untuk EVAA karena dapat mendorong adopsi besar-besaran dengan meniru sistem kredit tradisional, memanfaatkan jaringan Telegram yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna. Risiko negatifnya adalah kompleksitas dalam mengelola risiko gagal bayar tanpa prosedur KYC tradisional.
3. Governance DAO & Manajemen Treasury (Sedang Berlangsung)
Gambaran Umum: EVAA sedang bertransformasi menjadi organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), di mana pengelolaan protokol diserahkan kepada pemegang token $EVAA (TGK Thunders). Proses ini melibatkan pemungutan suara komunitas untuk menentukan parameter risiko, jenis jaminan baru, struktur biaya, dan pengelolaan treasury.
Apa artinya: Ini bersifat netral hingga positif bagi EVAA karena desentralisasi biasanya meningkatkan ketahanan protokol dan keselarasan komunitas. Kecepatan dan efektivitas transisi ini akan sangat menentukan, karena tata kelola yang lambat dapat menghambat pengambilan keputusan yang cepat.
Kesimpulan
Roadmap EVAA berfokus pada ekspansi multi-chain, produk kredit inovatif, dan tata kelola komunitas penuh—semua merupakan faktor kunci untuk mengembangkan pusat DeFi yang native di Telegram. Apakah eksperimen sosial-finansial ini akan berhasil menggaet jutaan pengguna berikutnya?