Analisis Mendalam
1. Delisting di Bithumb (Dampak Negatif)
Gambaran Umum: Bithumb, salah satu bursa terbesar di Korea Selatan, mengumumkan penghapusan CTXC efektif 29 Desember, dengan alasan “gagal memenuhi standar transparansi dan kelayakan.” Ini mengikuti peringatan dan delisting sebelumnya di OKX dan ONUS pada tahun 2025.
Arti dari hal ini:
- Likuiditas berkurang: Bithumb menyumbang sekitar 15% dari volume perdagangan CTXC baru-baru ini.
- Reputasi proyek menurun: Delisting dianggap sebagai tanda fundamental proyek yang lemah, sehingga mengurangi minat pembeli baru.
- Penjualan mendadak: Trader menjual CTXC sebelum delisting untuk menghindari kesulitan likuiditas setelahnya.
Indikator penting: Pantau volume CTXC di bursa lain seperti Binance dan Gate.io – jika keluar dana terus berlanjut, penurunan bisa semakin parah.
2. Krisis Likuiditas & Psikologi Pasar
Gambaran Umum: Volume 24 jam CTXC melonjak menjadi $2,61 juta (+256%), sementara kapitalisasi pasar anjlok ke $1,07 juta. Rasio perputaran token (volume/kapitalisasi pasar) mencapai 244%, menandakan volatilitas yang sangat tinggi.
Arti dari hal ini:
- Buku order tipis memperparah penurunan: Likuiditas rendah membuat penjualan besar menekan harga secara tajam.
- Lingkaran ketakutan: Pemegang jangka panjang menyerah saat harga menembus level terendah tahun 2025 ($0,0045).
- Tidak ada penyangga institusional: CTXC tidak didukung oleh ETF/ETP yang bisa menyerap tekanan jual dari investor ritel.
3. Keruntuhan Teknis (Terlalu Jenuh Jual tapi Lemah)
Gambaran Umum: CTXC diperdagangkan 92% di bawah rata-rata pergerakan 200 hari ($0,0543). RSI-14 mencapai 29 (terlalu jenuh jual), namun MACD masih menunjukkan tren bearish (-0,0025).
Arti dari hal ini:
- Tidak ada support kuat sampai $0,0035: Level Fibonacci menunjukkan support berikutnya di retracement 78,6% ($0,00945), yang sudah ditembus.
- Risiko rebound sementara (dead cat bounce): RSI yang oversold bisa memicu kenaikan singkat, tapi tren bearish jangka panjang masih dominan.
Kesimpulan
Kejatuhan CTXC disebabkan oleh masalah mendasar seperti delisting dan isu transparansi yang lebih kuat daripada faktor teknis. Meskipun kondisi oversold bisa memicu rebound kecil, kurangnya dukungan dari bursa dan pembaruan dari pengembang membuat pemulihan sulit terjadi.
Yang perlu diperhatikan: Apakah tim Cortex akan menanggapi kekhawatiran Bithumb sebelum 29 Desember? Jika tidak, risiko penurunan tajam menuju likuiditas yang sangat rendah sangat besar.