Analisis harga Bittensor (TAO) Terbaru

Oleh CMC AI
21 January 2026 12:35PM (UTC+0)

Mengapa harga TAO turun? (21/01/2026)

TLDR

Bittensor (TAO) turun sebesar 4,10% dalam 24 jam terakhir, lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara umum yang turun 3,24%. Faktor utama penurunan ini meliputi kegagalan teknis, pengambilan keuntungan setelah kenaikan sebelumnya, serta sentimen yang campur aduk terkait narasi AI dalam kripto.

  1. Penolakan Teknis di Level Kunci – Gagal menembus resistance di kisaran $295–$300 memicu aksi jual.

  2. Kelemahan Pasar Secara Umum – Sentimen risiko menurun di pasar kripto akibat ketegangan geopolitik.

  3. Pengambilan Keuntungan Jangka Pendek – Trader mengunci keuntungan setelah TAO naik 20% di awal Januari.

Analisis Mendalam

1. Keruntuhan Teknis (Dampak Bearish)

Gambaran: TAO mengalami penolakan di zona $295–$300 pada 20 Januari, kemudian turun menembus support penting di $275–$280. Hal ini memicu aksi jual otomatis, dan harga kini menguji support di kisaran $230–$210.

Arti dari kondisi ini:
- Histogram MACD berubah negatif (-4,1), menandakan momentum melemah.
- RSI (14 hari: 37) menunjukkan kondisi oversold, namun belum memicu pembelian signifikan.
- Level retracement Fibonacci menunjukkan support berikutnya di $226,92 (78,6%).

Perhatian utama: Penutupan harga di bawah $210 bisa mempercepat penurunan menuju level terendah tahun 2025 di $167.

2. Penghindaran Risiko Pasar Luas (Dampak Campuran)

Gambaran: Pasar kripto turun 3,24% setelah ancaman tarif dari Trump pada 19 Januari membuat investor cemas. Volume perdagangan TAO dalam 24 jam melonjak 43,5% menjadi $156 juta, mencerminkan aksi jual panik.

Arti dari kondisi ini:
- Kerentanan Altcoin: Indeks Altcoin Season turun ke angka 27 (-6,9% dalam 24 jam), menunjukkan preferensi investor beralih ke Bitcoin yang dianggap lebih aman.
- Likuidasi leverage: Likuidasi BTC sebesar $284 juta pada 19 Januari berdampak ke altcoin seperti TAO.

3. Kejenuhan Narasi AI (Dampak Netral-Bearish)

Gambaran: Meskipun ekosistem Bittensor berkembang (misalnya integrasi mining oleh CrunchDAO), persaingan dari proyek seperti ZKP dan ICP mengalihkan perhatian pasar.

Arti dari kondisi ini:
- Performa TAO dalam 30 hari terakhir (+0,7%) tertinggal dibandingkan Internet Computer (+29%) dan NEAR Protocol (+38%).
- Sentimen terbagi: Pemegang jangka panjang optimis dengan pertumbuhan subnet (misalnya Quasar, AlphaCores), sementara trader jangka pendek beralih ke token AI yang lebih baru.

Kesimpulan

Penurunan TAO merupakan hasil kombinasi dari faktor teknis, ketidakpastian makro, dan rotasi sektor. Meskipun fundamental jaringan seperti halving dan ETF institusional tetap kuat, pergerakan harga jangka pendek bergantung pada kemampuan mempertahankan support di $210. Perhatian utama: Apakah TAO bisa kembali menembus $240 (EMA 200 hari) untuk membatalkan pola bearish? Pantau juga stabilitas Bitcoin dan adopsi subnet AI sebagai indikator penting.

Mengapa harga TAO naik? (17/01/2026)

TLDR

Bittensor naik 1,0% dalam 24 jam terakhir, sedikit mengungguli pasar kripto secara umum (+0,7%). Kenaikan ini melanjutkan rally selama 30 hari terakhir (+24,7%), meskipun berbeda dengan penurunan baru-baru ini (-1,1% selama 7 hari). Berikut faktor utama yang memengaruhi:

  1. Breakout Teknis – Persilangan MACD bullish mengonfirmasi kekuatan di atas titik pivot penting.

  2. Momentum Halving – Fokus kembali pada pemotongan pasokan di bulan Desember dan akses institusional.

  3. Kekuatan Jaringan – Lebih dari 120 subnet aktif menandakan pertumbuhan ekosistem yang kuat.

1. Breakout Teknis (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: TAO berhasil menembus titik pivot harian di $275,49 dengan persilangan MACD bullish (8,63 > 5,97) dan RSI yang meningkat (54,4 → zona netral).
Arti dari ini: Ini menandakan momentum jangka pendek berbalik menjadi bullish karena para trader merespons breakout tersebut, terutama setelah TAO berkonsolidasi di kisaran $270–$295 sejak awal Januari. Secara historis, breakout seperti ini biasanya diikuti oleh pergerakan harga 5–10% jika volume perdagangan mendukung.

2. Momentum Halving (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Berita menyoroti halving Bittensor pada Desember 2025 yang akan mengurangi penerbitan harian sebesar 50% menjadi 3.600 TAO, serta akses institusional melalui Grayscale Trust dan ETP di SIX Swiss Exchange.
Arti dari ini: Pasokan yang berkurang dan kendaraan investasi yang diatur meningkatkan narasi kelangkaan, menarik modal dari investor yang fokus pada AI. Dampak harga dari halving biasanya muncul 30–60 hari setelah peristiwa tersebut.

3. Kekuatan Jaringan (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Jumlah subnet aktif meningkat menjadi lebih dari 120, menurut laporan tanggal 17 Januari – naik 97% secara tahunan – yang menunjukkan perluasan penggunaan dalam aplikasi AI terdesentralisasi.
Arti dari ini: Semakin banyak subnet meningkatkan permintaan staking dan utilitas token, yang secara langsung mendukung valuasi TAO melalui efek jaringan. Jumlah subnet yang tinggi berkorelasi dengan rally harga di masa lalu.

Kesimpulan

Kenaikan TAO merupakan kombinasi antara momentum teknis dan faktor fundamental – kelangkaan pasokan serta pertumbuhan ekosistem – yang menempatkannya pada posisi untuk melanjutkan tren positif jika mampu bertahan di level support $275.
Pantauan utama: Apakah TAO dapat menembus resistance $295 untuk mengonfirmasi tren naik baru?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.