Penjelasan Mendalam
1. Tujuan & Nilai Tambah
Bitlayer bertujuan membuka potensi Bitcoin lebih dari sekadar transaksi biasa dengan memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps), DeFi, dan interoperabilitas lintas rantai. Bitlayer mengatasi keterbatasan Bitcoin yang tidak memiliki fungsi smart contract asli melalui arsitektur berbasis BitVM (Bitlayer Blog). Dengan bermitra bersama mining pool yang mengendalikan sekitar 36% hashrate Bitcoin, Bitlayer memastikan validasi transaksi yang aman sekaligus memberikan insentif bagi para penambang (CoinMarketCap News).
2. Teknologi & Arsitektur
Bitlayer menggunakan BitVM, sebuah kerangka kerja yang memungkinkan smart contract Turing-complete di Bitcoin tanpa perlu mengubah protokol dasarnya. Komponen utama:
- BitVM Bridge: Mengubah BTC menjadi YBTC (aset yang menghasilkan imbal hasil) untuk digunakan dalam DeFi.
- Optimistic Rollup: Memproses transaksi di luar rantai utama, kemudian menyelesaikan finalitasnya di Bitcoin agar dapat diskalakan.
- Kolaborasi Penambang: Mining pool seperti Antpool memvalidasi transaksi non-standar yang penting untuk mekanisme tantang-jawab BitVM (Cointelegraph).
3. Tokenomik & Tata Kelola
Token $BTR (total pasokan 1 miliar) memiliki tiga fungsi utama:
- Tata Kelola: Memungkinkan pemungutan suara untuk pembaruan protokol dan alokasi biaya.
- Staking: Mengamankan jaringan melalui insentif node (7,75% dari total pasokan).
- Fee Switch: Mengalihkan pendapatan protokol ke staker atau pembelian kembali token saat diaktifkan (Bitlayer Blog).
Kesimpulan
Bitlayer adalah Layer 2 yang berfokus pada Bitcoin, menggabungkan keamanan Bitcoin dengan fleksibilitas smart contract, didukung oleh token $BTR untuk tata kelola terdesentralisasi. Bagaimana integrasinya dengan rantai seperti Sui dan Arbitrum akan membentuk peran Bitcoin dalam ekosistem multi-chain?