Karena Bitcoin adalah aset kripto pertama yang menangkap imajinasi dunia, semua koin lain kemudian disebut "altcoin", seperti dalam "koin alternatif".
Altcoin adalah semua aset kripto selain Bitcoin dan Ethereum. Bitcoiner suka menekankan bahwa Bitcoin bukanlah aset kripto tetapi kategorinya sendiri. Namun, tidak ada perbedaan antara kripto dan altcoin (koin alternatif).
Ada beberapa jenis altcoin (koin alternatif).
Token pembayaran berfokus pada pembayaran sebagai kasus penggunaan utamanya. Token ini sering tidak dianggap sebagai aset kripto "nyata" karena cenderung lebih terpusat.
Protokol Layer 1 (L1)
Protokol Layer 1 adalah blockchain dasar yang menjadi fondasi bagi seluruh ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps). Bitcoin merupakan L1 pertama, namun banyak altcoin telah bermunculan dengan inovasi yang melampaui sekadar pembayaran peer-to-peer. Ethereum, misalnya, memperkenalkan smart contract yang memungkinkan aset dapat diprogram dan munculnya keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Protokol L1 terkemuka lainnya seperti Solana, Avalanche, Aptos, dan Sui berusaha memecahkan trilema skalabilitas—menyeimbangkan desentralisasi, keamanan, dan kecepatan—melalui mekanisme konsensus yang unik dan optimisasi arsitektural. Setiap Layer 1 ini biasanya memiliki token asli yang digunakan untuk membayar biaya transaksi, mengamankan jaringan melalui staking, dan berpartisipasi dalam tata kelola on-chain.
Seiring meningkatnya persaingan, altcoin L1 terus berkembang dengan mengintegrasikan zero-knowledge proof, komponen modular, dan interoperabilitas lintas rantai guna menarik pengembang dan pengguna yang mencari kinerja tinggi dan biaya lebih rendah.
Solusi Skalabilitas Layer 2 (L2)
Solusi skalabilitas Layer 2 adalah protokol yang dibangun di atas blockchain Layer 1 yang sudah ada—terutama Ethereum—untuk meningkatkan skalabilitas, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan throughput tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi dari lapisan dasar. Solusi ini memproses transaksi di luar rantai (off-chain) atau dalam bentuk batch sebelum diselesaikan di dalam rantai (on-chain), sehingga secara signifikan meningkatkan efisiensi.
Dengan meningkatnya adopsi peta jalan “rollup-centric” dan proto-danksharding Ethereum (EIP-4844), ekosistem Layer 2 menjadi semakin penting dalam masa depan kegunaan blockchain.
Aset Dunia Nyata (Real-World Assets / RWAs)
Aset Dunia Nyata (RWAs) merujuk pada tokenisasi instrumen keuangan berwujud dan yang berada di luar rantai (off-chain)—seperti obligasi pemerintah, properti, faktur, dan komoditas—ke dalam blockchain. Dengan membawa RWAs ke dalam rantai, proyek-proyek bertujuan untuk membuka likuiditas, meningkatkan transparansi, dan memungkinkan akses global 24/7 ke pasar yang sebelumnya tidak likuid atau terbatas.
Platform seperti Centrifuge, Maple Finance, Goldfinch, dan pemain baru seperti Ondo Finance dan Backed memimpin inisiatif ini, dengan menawarkan tokenisasi surat utang negara AS, kredit swasta, dan aset-aset lain yang menghasilkan imbal hasil kepada institusi maupun protokol DeFi. Altcoin yang terkait dengan ekosistem ini sering kali berfungsi sebagai token tata kelola atau instrumen staking untuk menanggung risiko dan mendorong partisipasi dalam aktivitas peminjaman terdesentralisasi atau penerbitan aset.
Seiring meningkatnya kejelasan regulasi dan lembaga dunia nyata mulai menjajaki infrastruktur blockchain, RWAs muncul sebagai jembatan antara keuangan tradisional (TradFi) dan DeFi, menempatkannya sebagai narasi kunci dalam siklus perkembangan pasar kripto yang semakin matang.
Altcoin (koin alternatif) memiliki beberapa pro dan kontra yang berbeda.
Variabilitas: Ada ribuan altcoin, masing-masing dengan kasus penggunaan uniknya sendiri.
Inovasi: Altcoin membawa solusi baru dan inovatif ke pasar.
Musim Altcoin
Join the thousands already learning crypto!